MAWAR
Mawar balik bertanya.
"Oh astaga, apa dia sudah gila?" Nico seakan sadar, Papanya mungkin saja mencoba meluluhkan hati Mawar agar bersedia kembali padanya. Dia harus meminta penjelasan kepada papanya tentang ini. Dalam sejarah, seorang Sadlers tidak pernah menundukkan kepalanya pada siapapun apalagi sampaj berlutut seperti yang Mawar katakan.
"Ya... papamu sudah gila, bahkan anaknya lebih gila, pria tidak waras, dia bahkan hampir membunuh seluruh penghuni rumahku dengan bom, bisa kau bayangkan betapa gilanya ia?"