Jangan Menolakku
ujar Rara yang dengan susah payah menahan lonjakan debaran di dada.
"Apa siiih, nggak jelas banget!" Rara yang gemas mencubit lengan Evan.
"Sini Mak, duduk dulu," Rara menepuk kursi di sebelah kirinya yang masih kosong.
"Sekarang baru bicara, ada apa?" pinta Rara.
"Mbak ... anu, sa-- saya mau minta tolong, anak saya, perempuan, dia sudah tidak mau sekolah, karena sering di hina ma temannya, dia ingin kerja saja."
Sikat na Kabanata