RUMAH EYANG
KARTIKA DEKApengantar tidurkusampai dirumah aku menangistidur di depan pintu
kata Eyang seraya menyerahkan buku tabungan berwarna kuning ke tanganku.
Aku membuka buku tabungan itu. Aku menelan saliva, melihat jumlah yang tertera di dalamnya. Tabungan Eyang, senilai dua milyar lebih. Nilai yang sangat besar buat orang seperti aku, yang bahkan tak pernah punya tabungan hingga nominal sepuluh juta. Ini belum termasuk aset tak bergerak Eyang. Seperti kebun, peternakan, perhiasan, rumah. Jangan-jangan, masih ada lagi harta Eyang yang tak aku ketahui.
"Eyang hanya hidup sendiri. Uang itu sengaja Eyang simpan, buat kamu. Eyang yakin, suatu hari pasti kamu akan datang, dan kembali bersama dengan Eyang," kata Eyang.