Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ah! Jangan Berhenti, Tuan Riven!

Ah! Jangan Berhenti, Tuan Riven!

"Kau pikir belajar hanya bisa dilakukan di rumahku?" Elena meringis, ia kemudian mengangguk saja dan kembali mengikuti Zalen memilih buku. Amerta masih berada di koridor buku-buku novel, ia adalah penggemar berat novel bergenre romantis. Sesekali, Amerta memekik girang, ketika membaca sinopsis yang tertera di bagian belakang buku. Setelah merasa puas, Amerta menghampiri Elena dan Zalen yang sudah berada di kasir.
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 750 kali sebagai emrata book
Baca
+Pustaka
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Setelah memikirkan beberapa saat, Emma akhirnya mengangguk. "Oke." Raka membawanya menuju ruang pribadinya. Begitu pintu tertutup, Emma berdiri canggung di dekat meja. Namun, anehnya Raka tidak langsung bicara. Cowok itu hanya berjalan memutari mejanya, membuka laci, lalu mengeluarkan sebuah buku cek. Emma memperhatikannya bingung. Raka lalu menggoreskan tanda tangannya di bagian bawah, lalu mendorong cek kosong itu ke hadapan Emma.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai emrata book
Baca
+Pustaka
The Devil CEO

The Devil CEO

ucap Ester. “Maksud Ibu?” tanya Emma. “Ada tabungan yang di simpan ayahmu.” Ester menyerahkan sebuah buku tabungan pada Emma. Masih dengan raut wajah kebingungan Emma menerima buku tabungan yang diberikan Ester. Matanya membulat seiring dibukanya buku tabungan tersebut.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai emrata book
Baca
+Pustaka
Pengantin Sang Penguasa Kegelapan

Pengantin Sang Penguasa Kegelapan

Ucapnya sembari mengangkat tangannya yang memegang sebuah buku tebal. "Bukalah!" Emma membuka buku tersebut dan seketika matanya melotot lebar, dia membolak-balikkan lembaran demi lembaran dan membaca isinya. "Ini ... dia merencanakan semua ini?" Ucap Emma sembari menutup mulutnya tidak percaya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai emrata book
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

kata Thea. “Amiiin,” seru Matari dan teman-temannya bersamaan. Matari menarik napas lega. Dia secepat itu menutup buku bernama Arga. Bahkan, kalau dipikir-pikir, dia baru saja mencapai kata pengantar, dan belum membaca isinya. Dia tahu semakin dia membukanya, buku itu terasa seperti buku dongeng yang hanya bisa dia jadikan mimpi saat tidur.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai emrata book
Baca
+Pustaka
Menjadi Tawanan Pangeran Rubah

Menjadi Tawanan Pangeran Rubah

Tatapan-tatapan sinis para perempuan rubah. “Jadi, ini sebabnya,” gumamnya lirih. Halaman berikutnya menampilkan sketsa kasar, seorang perempuan manusia, dengan cahaya di rahimnya, dikelilingi bayangan hitam. Emma menutup buku itu cepat, napasnya sedikit memburu. Ia berdiri, berjalan ke jendela. Di kejauhan, obor-obor penjaga masih menyala. Dunia rubah tampak tenang, nyaris indah. Terlalu tenang.
10417 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai emrata book
Baca
+Pustaka
Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu

Ini, kuncinya masih tergantung di tempatnya di belakang pintu. "Halo, Ayung!" sapa Ema begitu melangkah masuk. "Lihat Ayung, saya meminjam beberapa buku. Kamu suka baca buku juga, kan? Kamu boleh pinjam. Oke?" Ema meletakkan tas kain biru laut di atas meja ruang tamu, mengeluarkan satu per satu buku yang dia pinjam di perpustakaan Frankfurt. Semuanya berbahasa Inggris, jadi aku berterus terang kalau mungkin memerlukan waktu yang cukup lama untuk membaca. Ema malah tertawa, katanya tidak masalah. Dia bisa meminjam khusus untukku dalam arti memperpanjang masa pemindahan. Oh, Ema baik hati sekali, bukan?
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 539 kali sebagai emrata book
Baca
+Pustaka
LIGNEE

LIGNEE

Fatima beranjak dari tempat duduknya lantas dia membawa sebuah buku "Lihat apa yang ibu temukan saat sedang beres-beres. "Apa?" tanya Emir "Ibu akan menunjukkan kepada mu." Fatima memberikan buku gambar pada Emir. "Izinkan aku melihat. Apa itu?" Emir penasaran. "Buka." Ujar Fatima. "Apa yang telah kau lakukan? Aku tidak percaya, ibu! Kenangan Emir kembali ke masa lalu saat detik-detik terakhir ayahnya kehilangan proyek. "Kenapa kau diam saja nak?" tanya Fatima.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai emrata book
Baca
+Pustaka
Pengasuh Kesayangan Presdir Arogan

Pengasuh Kesayangan Presdir Arogan

Dia langsung tersenyum hangat untuk Ellen. “Memangnya bisa?” tanya Ellen dengan tatapan meragukan. “Tentu saja bisa,” balas Emma penuh percaya diri. Emma membuka buku itu dan melihat Ellen yang tampak antusias. Emma tersenyum, Ellen sepertinya penasaran hanya saja bersikap seolah tak menginginkan. Emma mulai membacakan buku cerita itu, tak hanya membaca, tapi Emma juga membuat gerakan untuk memperagakan apa yang ada di gambar.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai emrata book
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status