Belenggu Cinta
Bahkan, meskipun tidak dapat melihatnya, Selina yakin pipinya merah merona.
“Semoga itu bukan ucapan kosong,” lirihnya.
Erlan mengeratkan genggaman tangan mereka. Kini, keduanya berhenti di gang pasar yang tampak sepi karena beberapa toko yang mendiami gang itu sudah tutup. “Aku selalu serius dengan kata-kataku. Ya, kuakui memang nggak mudah menunggu orang yang kucintai selama itu, tapi bukan berarti aku nggak bisa. Lagi pula, kita udah pacaran selama sembilan tahun, kan? Bukan masalah besar kalau durasinya harus diperpanjang sampai lima tahu lagi. Cintaku ke kamu masih sama. Malah, bisa jadi tambah besar.”
Capítulos em Alta