Setiap Momen adalah Kamu
“Ehm, harum banget.”
Dona mempersilakan Indah untuk lanjut mengesap. Indah pun, pelahan meneguk minuman itu.
“Salah satu kopi terbaik yang pernah aku cicipi,” puji Indah. “Ini jujur kan, bukan gombal?” tanya Dona.
Indah terkekeh. “Aku tidak akan melangitkanmu, dengan kebohongan, Don.”
Dona kembali tersenyum. “Gimana kabar kamu? Sehat-sehat aja, kan?” sambung Dona. “Seperti yang kamu lihat, Don. Aku sehat, alhamdulillah,” jawab Indah.
Hot Chapters