My Luna
Dia menancapkan taringnya tepat di tanda yang pernah ia buat dulu, perempuan itu mengerang kesakitan, rasa sakit juga panas yang dia rasakan dulu kini terasa kembali dengan berjuta-juta rasa sakit yang menghampiri lehernya.
Kerongkongannya begitu panas seperti sedang melahap lelehan perak, darah yang terus Aldrean hisap membuat Adriana semakin lemas, dengan tenaga yang tersisa, dia mendorong Aldrean untuk menjauh. Tetapi, lelaki itu tidak melebarkan jaraknya sama sekali, malah semakin memeluk erat dirinya. Dengan napas yang tersenggal-senggal, perempuan dipelukan Aldrean meneriakkan kata-kata yang paling sakral untuk kaum Aldrean.
“I’AM ADRIANA SORAYA.”
Bab Populer