BROKEN
Dev meraung di antara keping-keping interior yang bergelimpangan.
“Hiiaahh! Dasar manusia tak berotak! Kau pikir, kau yang paling menderita, Elfara? Andai kau tahu, perlakuan wanita itu kepadaku jauh lebih buruk.” Dev berujar dengan rahang sekeras batu, noda merah mengalir di setiap celah jemarinya. Serpihan kaca yang terjebak digenggamannya pun seolah mendapatkan mangsa empuk untuk mempertajam diri. Perlahan, Dev membuka genggamannya. Ada kejut yang menyerang ketika bola matanya bergulir di celah-celah serpihan kaca yang berlumur darah. Bukan karena lapisan kulitnya yang terbelah, tetapi warna bola matanya yang berubah. Setelah mengumpulkan separuh kewarasannya yang hilang, mata Dev mengeda
Capítulos em Alta