KEMBALINYA SANG RATU
Oceaniaratu wetansuara raja hutanmahkota ratu aslitempat duduk dari bambu
Malam itu, dari kamarnya yang remang di Kyoto, Lintang menulis di jurnalnya:
“Filosofi samurai bukan tentang kekuatan, tapi kesetiaan. Sakura bukan tentang keindahan, tapi keberanian untuk mekar dan gugur.
Dunia datang dengan pertanyaannya. Rusia, Turki, Amerika Latin, Timur Tengah. Mereka datang bukan membawa solusi, tapi luka-luka. Dan luka-luka itulah yang akan disembuhkan oleh madrasah ini—dengan puisi, dengan tanah, dengan laut, dan dengan keberanian untuk menundukkan ego kita sendiri.”
Di luar, angin meniupkan harum bunga-bunga yang tersisa. Dan langit Kyoto malam itu, seperti mengangguk diam, mengamini sebuah peradaban baru yang pelan-pelan sedang tumbuh.