Gairah Liar Perselingkuhan
“Di usia 25 tahun, aku kembali ke Indonesia. Saat itulah aku pertama kali bertemu kamu, Kai. Ayah yang memperkenalkan kita. Saat itu, aku langsung merasakan sesuatu yang berbeda. Kamu berbeda dari pria-pria yang pernah aku temui. Kamu lembut, perhatian, dan memiliki aura yang menenangkan. Jantungku berdebar kencang saat melihatmu. First love at first sight. Benar-benar seperti itu rasanya.”
Senyum tipis tersungging di bibirnya, meski matanya masih basah. Aku ingat hari itu. Bagaimana mataku tak bisa lepas darinya. Pesonanya yang anggun, tatapan matanya yang teduh, dan senyumnya yang mampu menenangkan badai dalam diriku. Sejak awal, ia sudah menjadi pusat dunia