BROKEN
Segelas anggur tertuang dalam gelas gaca yang didesain seperti batu permata yang mengkilat, Jess meneguknya hingga tandas bahkan ia mengulang lagi hingga botol itu menjadi ringan tak berisi.
Tegukan terakhir membuat bumi yang dipijak seolah bergoyang diterpa badai angin. Tubuhnya terhuyung ke kanan dan ke kiri, menabrak perkakas yang seluruhnya terbuat dari kaca. Bunyi pecahan tak dapat dielak, Jess sudah tersungkur di antara keping-keping tajam. Mulutnya berkali-kali memuntahkan cairan. Tak lama, knop pintu tiba-tiba berputar, sesosok gadis berambut pirang muncul dari balik pintu. Ponsel di genggamannya spontan terjatuh.
“Jessy!” Gadis itu tergopoh-gopoh menghampiri Jess, cepat-cepat ia mem
Hot Chapters