KAU HANCURKAN HATIKU, KUHANCURKAN ISTANAMU
Sambar Imas begitu percaya diri sekali.
“Ini bukan masalah bisa ngasih anak laki-laki atau gaknya. Azzam itu loh, kok ya matanya rabun. Jelas cantikkan Risa, rajin, pekerja keras, terlebih lagi Risa itu anak orang kaya, walaupun yatim piatu. Kok malah nyari modelan benalu begini.” Celetuk seseibu yang terkenal memang sangat tajam lidahnya. Imas langsung saja mendelik, menatap sinis ke arah para ibu-ibu tersebut. Berharap mendapatkan sanjungan dan pujian dari warga, eh malah sebaliknya. Gigi Imas mengerat rapat, sementara Hafsah pura-pura tidak dengar, ia memilih sebungkus daging ayam, udang basah, lalu beberapa ikat sayuran dan cabai.
“Ini bu Joko, hitung, berapa semuanya.” Ucapnya malas iku
Bab Populer