Gelang Langit
Zidan Fadil tangan dewakehebatan sang dewa perangpedang maha dewatangan dewa penakluk wanita
Di tengah aula itu berdiri sebuah gong besar, hitam berkilau, bernafas pelan seperti makhluk hidup.
Ayu menelan ludah, berbisik. "Nada ketujuh…"
Rakasura melangkah mendekat, merasakan resonansi yang menggetarkan tulang. "Inilah tempatnya. Kita sudah sampai pada inti ujian ini."
Tirta menatap gong itu dengan campuran gentar dan kagum. "Kalau begitu, ujian berikutnya baru akan dimulai."
Ketiganya berdiri di hadapan gong hitam yang bernafas, menyadari bahwa perjalanan di jalan tak berwujud hanyalah permulaan dari nada yang harus mereka temukan dan nyanyikan bersama.
Beliebte Kapitel