Tiga Mayat Satu Takdir
Molly, di depan, berhenti sejenak, hidungnya mengendus udara, lalu berlari lagi, cakarnya mencakar tanah dengan penuh tujuan.
Lorong pertama membawa mereka ke ruang kecil, stalagmit menjulang seperti taring raksasa. Tiba-tiba, suara cakar menggaruk batu bergema, dan sekelompok goblin—makhluk kecil berkulit hijau, mata menyala kuning, bersenjatakan tombak kayu—melompat dari bayang. Kael bereaksi cepat, kabut racunnya menyebar, melemahkan gerakan goblin. “Jangan biarkan mereka berkumpul!” teriaknya, pedangnya menebas goblin terdekat, darah hijau menyembur.
Bab Populer