Patah
Sandra Setiawancerita sedih anak tak dianggapcerita sedih tentang iburindu ayah yang sudah meninggalaku rindu almarhum ayah
Dia hanya merasa nyaman sedekat ini dengan Nayara.
Tangannya membelai rambut dengan lengan yang memeluk bahu Nayara sementara sebelah lagi memainkan tangan gadis itu. Menggenggamnya, mengelusnya, membelainya. Dia tau, tangan itu tidak pernah lagi merasakan perawatan salon, masih terasa halus tapi agak kering ulah detergen. Di beberapa titik pangkal jari dia menemukan sedikit kulit menebal, pasti ulah kerja kerasnya mencuci dan membersihkan kamar kos. Tangan ini memang tidak terbiasa bekerja, jadi pekerjaan seperti itu bisa cepat meninggalkan bekas. Tapi Manggala malah terus merasai dengan ujung jari—pusat saraf peraba—bagain yang menebal itu. Lalu dia menyatukan seluruh bagian telapak tangan
Beliebte Kapitel