Duka Cita
“Kalian di sini itu baru. Kalau keliling pake taksi … atau gini aja, bayarin bensin, deh. Sama makan.”
“Kamu itu terlalu baik, Mas,” ungkap Cita sambil bertopang dagu menatap Arya. “Aku jadi nggak enak, nanti dikira manfaatin kamu. Eia, apalagi kamu sudah punya pacar, kan? Nanti, kalau dia tahu, aku, kan, nggak enak.”
“Dia di Jakarta.”
“Ohh, LDR-an ceritanya?” Bukankah, Cita akan semakin tidak nyaman bila seperti itu. “Kapan dia lulus kuliah?”
Bab Populer