Forever Hours
vanilla-shawtylirik menangis dijalan pulanglirik hanya satu pintakurenungan sepertiga malamtertutup sudah pintu hatiku
Sayang sekali, ia tetap saja berakhir dengan rutukan yang tak habis-habis.
Tawa ringan mengisi ruang hampa yang penuh dengan macam-macam emosi negatif; kecewa, duka, luka, amarah, putus cinta, sakit tak terkira. Mencoba meluruhkan setitik demi setitik yang ia bisa. "Aku udah telanjur terjebak, Arya. Kalau aku keluar sendirian, aku nggak yakin bakal bisa hidup tenang setelah bikin orang lain nggak selamat."
人気のチャプター