Setelah Mati, Aku Dijadikan Patung
Ibuku menangis dengan getir, "Hani-ku yang malang, dia anak yang sangat menyedihkan. Karena cacatnya, dia selalu merasa tidak aman, dan hari itu, kami pulang ke rumah dan mendapati dia sudah bunuh diri. Dia bahkan meninggalkan kami catatan bunuh diri."
Dari saku bajunya, ibuku mengeluarkan selembar kertas yang kusut. Aku melayang mendekat untuk melihatnya. Itu memang tulisan tanganku.
Isi surat itu menyatakan bahwa karena cacatku, aku sering diejek sepanjang hidup, hingga tidak sanggup lagi menanggungnya dan memilih bunuh diri. Selain itu, karena aku tidak bisa berpisah dari patung yang paling kucintai, aku memohon kepada orangtuaku agar setelah kematianku, aku diabadikan dalam karya itu.
Hot Chapters