Sebatas Mimpi
Renata mengangguk kecewa.
Pandu melanjutkan, “nikmati saja mimpimu, tetapi jangan terlena. Karena sesedih bagaimanapun kehidupanmu, dunia nyata lebih baik daripada dunia mimpi. Kadang, khayalan kita mampu menipu pikiran kita sendiri. Jangan sampai kamu terjebak seperti yang lain, mengejar kebahagiaan yang fana, padahal masih banyak yang bisa membuatmu bahagia di dunia nyata.”
Kata-kata Pandu barusan tiba-tiba membuatnya sedih. Jauh dalam hatinya, ia benar-benar berharap Pandu adalah sosok nyata.