Gerhana
Ia berusaha sabar melihat sikap menyebalkan Tangguh.
"Seni dalam arsitek tidak sama dengan seni dalam lukisan misalnya. Gampangnya begini, saat Pak Affandi Koesoema melukis abstrak, si T mungkin bilang, bagus sekali lukisannya. Bernilai seni tinggi dan lain-lain. Tapi menurut si B belum tentu. Bahkan menurut si J mungkin itu adalah lukisan anak TK yang sedang belajar mencorat-coret. Jadi penilaiannya bias. Tergantung penilaian masing-masing individu. Tapi kalau dalam seni arsitektur, *alabaster itu tetap sebutan batu pualam. *Alloy itu campuran logam metal dan *ancor itu tetap balok kayu. Sebutan itu tetap sama dalam pandangan si T, si B, si J atau Thanos sekalipun," sambung Gerhana lagi. Ia
Chapitres populaires