Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia
Hawa Hajariwattpad duduk di atas junior suamisuami malas bekerjadiary indahkucerpen suamiku dingin
“Justru di situlah seni berada—di ruang antara fakta dan tafsir. Tanpa tafsir, sejarah hanya jadi catatan dingin. Akang memberi jiwa pada itu semua. Dan bukankah setiap ulasan, baik yang keras maupun yang lembut, sebenarnya tanda bahwa karyamu sudah menjadi bagian dari percakapan yang lebih besar?”
Bumi tersenyum, ada gurat lega di wajahnya. “Kau membuatnya terdengar sederhana sekali.”
“Karena sesungguhnya memang sederhana,” jawab Sita, kali ini dengan senyum penuh cahaya. “Kau menulis untuk manusia, bukan untuk membuktikan sesuatu. Dan manusia selalu punya ruang untuk disentuh, meski lewat satu kalimat kecil di halaman novelmu, atau satu adegan singkat dalam film.”
Beliebte Kapitel