King of Irealla
Zava mengalungkan kedua lengannya pada leherku, menciumi daguku, terus ke leherku, membuatku mengerang, melupakan apa yang tadi ingin kutanyakan padanya.
"Kau bisa membuatku mendapat masalah besar," bisiknya penuh goda.
"Hmm ...? Kau juga bisa terkena masalah jika melawan pangeran Irealla," godaku.
Zava tertawa geli.
"Benar ... Jadi sebaiknya aku memenuhi keinginan pangeranku ...." Bibir kami kembali bertemu, dengan lebih berapi-api, lebih menuntut ... seakan kami tidak pernah merasa cukup akan satu sama lain.
Bab Populer