Pembalasan Sang Dokter Jenius
Joko hanya menatapnya pergi, merasakan sedikit kekosongan di hatinya.
Ia menghela napas, lalu memutuskan untuk tidak berlama-lama. Ia juga berjalan keluar dari gedung, namun ia memilih arah yang berbeda dari Rani. Ia tidak ingin mengambil jalan utama yang ramai. Malam sebelumnya, saat ia berjalan kaki dari warung kelontong, ia sempat melihat sebuah jalan kecil yang lebih sepi, sebuah jalan landai yang memotong melewati area perumahan yang lebih tua dan beberapa taman kota kecil. Jalan itu mungkin sedikit lebih jauh, tapi ia merasa butuh ketenangan setelah hari yang begitu riuh.