Kelakuan Papa Mertua
“Rencana Papa Mama semalam, Papi pulang ke Jakarta terus mengakui kalau Papi punya perempuan lain, minta cerai, dan selesai. Toh uang Papi udah lebih dari lumayan untuk kita membangun usaha di kota ini. Nanti Papi juga bisa kerja, banyak lah kenalan Papi yang orang-orang sukses. Kita akan tetap bisa hidup mewah.”
Karisma tersenyum. “Papi jangan lupa ya, dia itu bukan orang bodoh seperti Riana. Plus dia punya uang, dia bisa bayar orang menyelidiki Papi, bisa bayar pengacara untuk membuat kita semua sengsara.” Karisma susah payah terus tersenyum. Padahal lidahnya terasa sangat pahit, sebab harus menyanjung perempuan yang ingin dia singkirkan.
“Terus Papi harus gimana dong?” Suara Tyo sudah mul