Akan Selalu Menjadi Milikku
Warna senja yang tadinya emas kini mulai menebal menjadi jingga gelap.
“Ya,” jawabku akhirnya, suara lebih rendah dari yang kusangka. “Kamu sangat mirip.”
Ia menelan ludah, hampir tidak bersuara ketika bertanya, “Siapa dia…?”
Aku mengatur napas, menahan bayangan yang selalu datang tanpa permisi. “Orang yang paling penting dalam hidupku,” kataku.
Kemudian, setelah jeda yang singkat namun berat, kutambahkan, “Lebih penting dari apa pun.”
Capítulos em Alta