SETELAH DIJUAL IBU TIRIKU
Sorot mata tajam yang semula menghukum kini perlahan berubah, entah menjadi bingung, atau mungkin… rapuh.
Tiba-tiba, Caca mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah potongan kuku, ia menelisik kuku Satya yang panjang, hitam, dan tampak kotor, sementara melihat itu Satya refleks terbelalak. Tanpa sepatah kata, Caca langsung meraih tangan Satya. Ia menarik napas dalam, memperhatikan bekas potongan yang tak beraturan, jelas kuku itu terpotong sendiri, bukan dipangkas dengan rapi.
Dengan hati-hati, Caca mencoba memotongnya perlahan. Namun Satya spontan menarik lengannya, wajahnya mengeras.
Chapitres populaires