Salah Sistem! Aku Satu-satunya Murid Pria di Akademi Wanita
Kesalahan kecil dari sistem kementerian mengubah hidup Dimas Suryono, seorang pemuda pragmatis dari kasta pekerja—menjadi mimpi buruk yang menggiurkan. Ia terjebak sebagai satu-satunya siswa pria di Akademi Bunga Malam, institusi ultra-elit yang dikuasai para pewaris wanita paling arogan, sadis, dan manipulatif di negara ini.
Di hari pertama, Dimas langsung dijadikan bulan-bulanan. Diseret, diinjak, dan diikat oleh kontrak beasiswa lima miliar rupiah yang akan memiskinkan keluarganya tujuh turunan jika ia berani mundur. Para gadis elit itu berpikir mereka mendapatkan mainan baru yang bisa ditindas sesuka hati.
Mereka salah besar.
Dimas bukan sekadar warga kelas menengah biasa. Di balik senyum patuh dan wajah datarnya, bersembunyi sosok predator licik dengan logika jalanan yang tak kenal ampun. Ia tak melawan dengan otot, melainkan dengan manipulasi psikologis, pemerasan kotor, dan adu domba.
Ketika Bella, Sang Eksekutor Kedisiplinan mencoba menjebaknya, Dimas tak segan mengikat kontrak tak tertulis dengan Rania—gadis tukang kebun berwajah malaikat yang menyembunyikan insting pembunuh berdarah dingin. Perlahan tapi pasti, Dimas mulai menelanjangi rahasia memalukan para ratu kampus, menjinakkan arogansi mereka, dan mengubah "kandang singa" itu menjadi taman bermain pribadinya.
Satu per satu gadis elit yang dulunya meludahi namanya, kini harus berlutut memohon di bawah kendalinya. Di Akademi Bunga Malam, aturan pertama bagi Dimas sederhana: Jangan pernah mengotori tanganmu sendiri jika kau bisa membuat musuhmu menghancurkan diri mereka sendiri.