KINASIH
Bulbinistri menangis karena perkataan suamiistri menolak ajakan suami karena mengantukistri menolak ajakan suamiistri lelah dengan sikap suami
"Ada apa, Bu? Ada yang salah sama muka Ana?"
Sumi menggeleng, "Nggak ada, kamu tetap cantik, tetaplah menjadi putri yang sangat Ibu sayangi, Nak."
"Lalu?" Mariana kembali mengulik, dia merasa ibunya menyimpan sesuatu.
Sebelum menjawab, Sumi mendorong sarapan anaknya ke tengah meja. Dengan tarikan napas dalam, wanita itu menatap Mariana dengan mata berkaca. "Apa yang kamu maksud dengan 'menghabisi', Nak?"
Beliebte Kapitel