Romansa Rapshodi
Petra Vieselendang penarigambar orang menaricerpen tarian penateater tradisional
Air wajah mereka menyimpan sesuatu, tapi tatapan wajahku menunjukkan amarah yang terpendam.
“Wah, jadi kamu anak Citro. Sudah sangat besar dan cantik sekali seperti ibumu,” ujar Ratu sambil melirik ke arah selir Kahiyang.
“A-aku sedikit lupa dengan orang itu,” timpal Raja, “Bagaimana bisa lupa pa–” ucapanku tertahan saat Manik langsung mengenalkan diri.
“Saya Manik, ketua sanggar tari,” ucapnya sambil menatapku dan menggelengkan kepala ringan.
Beliebte Kapitel