REINKARNASI
Mendengar Yongseng dan Buana kembali menggunakan bahasa Indonesia, Takeda langsung mencebikkan bibirnya dengan kesal.
"Teruslah menggunakan bahasa yang tidak aku mengerti," sahut Takeda merajuk. Buana hanya tertawa dan meraih sesuatu dari atas meja yang ada di kamar itu.
"Sejak kemarin, aku sudah menyimpan kamus itu di meja, Takeda," kata Buana.
"Ah, terima kasih," jawab Takeda. Memang hanya terima kasih dan selamat pagi serta selamat makan saja yang bisa pemuda keturunan Jepang itu ucapkan.