I'm Sorry Laras
Pak Budi mengemudikan mobil dengan tergesa, sesekali melirik ke kaca spion untuk memastikan keadaan Laras di belakang.
Jalanan malam yang sepi terasa panjang, lampu-lampu jalan berkedip lelet di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit terdekat. Angin malam menerpa wajah Laras yang pingsan, rambutnya yang kusut beterbangan di udara, namun ia tetap tak bergerak, tenggelam dalam kegelapan yang kini menyelimuti kesadarannya. Bu Yuni memegang tangan Laras erat-erat, matanya penuh doa agar wanita itu selamat—tanpa ia tahu bahwa Laras tak hanya membawa luka fisik, tapi juga luka hati yang jauh lebih dalam, yang kini membawanya ke tepi kehancuran. Mobil terus melaju, membawa Laras menuju harapan tip
Capítulos em Alta