Tuan, Aku Hamil!
kodavnaik tangga jantung berdebarjantung ku berdebarlirik lagu hatiku masih berdebar tiap kali bertemutertutup sudah pintu hatiku
Aku menunggu dengan perasaan cemas saat Sus Wulan menyerahkan ponsel padaku. Tanganku sedikit gemetar saat menggenggam telepon itu, membayangkan segala kemungkinan percakapan yang akan terjadi.
"Halo, Nyonya," sapaku dengan suara yang berusaha stabil, meski hatiku berdegup kencang.
"Ratih, aku nemu baju yang lucu buat kamu," kata Talitha dengan nada ceria.