Tawanan Mafia Mesum
Tatapannya menusuk, namun ia mengangguk kecil, lalu melangkah pergi sambil berucap, "Ikut denganku."
Hazel menuruti langkah Christina, memasuki ruangan yang jarang dikunjungi siapa pun. Bukan ruang kerja biasa, melainkan sebuah galeri kematian yang dipoles indah, dindingnya dipenuhi deretan senjata tajam, mulai dari belati, kapak pendek, hingga pedang panjang yang terpajang seperti artefak museum.
Tempat itu tidak sekadar memancarkan kekuasaan... tapi juga bahaya. Aura dingin dari besi-besi tua seolah berbisik. Satu kata salah, dan kau tidak akan keluar dari sini hidup-hidup.
Capítulos em Alta