Lusia
“Bisakah kamu membebaskan aku kalau begitu.... “ ucap Lusia begitu saja tanpa berpikir.
Sedangkan ekspresi Aaron tak menunjukan perubahan emosi apapun. Lusia berkeringat dingin, ekspresi Aaron tidak tertebak, apakah Aaron akan menjawab iya atau tidak.
Namun, senyum tipis Aaron membuat buih – buih harapan di hati Lusia.
Tangan Aaron terulur, kemudian jari telunjuknya mengarah ke wajahnya. Dan Lusia merasakan kepalanya di dorong ke belakang oleh telunjuk Aaron.
Dan Aaron bangkit, “Kamu ingat... bebas dalam kamusku hanya ada dua. Kamu mati, atau aku membebaskan kamu.” Aaron bangkit dan berjalan meninggalkan Lusia yang masih tak percaya dengan jawaban Lusia.
Bab Populer