Biarkan Aku Bahagia
Jika tidak, bisa jadi suaranya menyusuri seisi kampung karena jeritannya.
"Lambat kali kau membuatnyo. Ondak jam berapo lagi, aku meminumnyo."
(Lama kali, kau membuatnya. Mau jam berapa lagi, aku meminumnya)," bentaknya dengan khas bahaya daerah kami.
"Sabar lah, Wak! Banyak yang mau kukerjakan. Satu-satu dulu kubuat," jawabku menuangkan air panas itu ke dalam gelas.
"Enak lah yang udah jadi janda sah itu!" ledek Pak Amat mengutarakan kata-kata janda yang baru kusandang.
Hot Chapters