Suamiku, Musim Dingin Tanpa Akhir
Aku terisak pelan, jemariku masih digenggam erat oleh Cherry.
"Cherry," suaraku bergetar, "Kalau aku gagal lagi aku nggak tahu apa aku masih sanggup berdiri."
Cherry menatapku tajam, namun kali ini ada cahaya lembut di matanya. "Win, gagal itu nggak akan menghancurkanmu. Justru diam di tempat, itulah yang benar-benar akan membunuhmu pelan-pelan. Kamu bisa kalah, kamu bisa jatuh, tapi kamu tetap kamu. Kamu tetap Edwina dan aku percaya kalau kamu berani ambil langkah ini, dunia akan mulai melihatmu lagi."