Kinari dan Benang Waktu
Mata hijau Kinari mencari Kael, menemukan sosoknya berlutut, darah biru mengering di pelipis.
Greed datang lebih dekat lagi, senyumnya seperti alamat yang terbuka, lengannya meraih — bukan hanya ke kalung, tetapi ke inti yang memberi Kinari nyala.
“Ini,” desah Greed, suaranya tidak menjadi kata, tetapi sensasi yang merayap, “ini milikku. Semua milikku.” Ia membelai udara di atas El’Thyren; perkataan itu bersifat magis, dan di sekeliling mereka, benda-benda kecil yang selama ini menjadi saksi pertempuran—cangkir teh, pulpen, koin—bergetar, bergeser ke arah Greed, seolah harta itu memanggilnya.
Bab Populer