Samaran Terakhir
Dunia ini bukan lagi dunia yang menulis dirinya sendiri, tapi dunia yang disalin dan disalin ulang, hingga tak ada lagi makna yang benar-benar baru.
Satu-satunya hal yang tampak hidup adalah buku catatan kecil yang ia temukan pagi itu, tersembunyi di balik reruntuhan toko buku tua. Judulnya hanya satu kata: "REVISI."
Saat ia membuka halaman pertama, tinta di dalamnya bukan tinta biasa. Warna merah tua, mengalir seperti darah segar. Dan di halaman pertama, tertulis: