Deviant Love
“Oh gitu, makasih ya. Aku juga sebenarnya risih, mereka kayak taruh curiga ke aku. Wajar sih mereka merasa awas terhadap orang-orang yang jadi daftar interogasi mereka. Dan sepertinya aku nggak perlu panik karena aku memang nggak salah apa-apa.”
Brian tersenyum, tangannya terulur mengusap puncak kepala Windy yang sontak membuat si empunya kaget bukan main. Mereka memang sudah lumayan dekat, tapi tak pernah terbesit di pikiran Windy bahwa Brian akan melakukan sentuhan seperti ini. Windy jadi salah tingkah.
“Ka-kalau gitu aku masuk ya. Sekali lagi makasih.”
Tanpa menunggu balasan dari Brian, Windy langsung secepat mungkin menutup pintu. Nafas tersengal dan jantung berdegup kencang. Aneh. Kenap
Capítulos em Alta