I Hate You, I Love You
“Astaga Sayang jangan mengagetkan aku deh. Lama-lama jantungku copot loh Sayang.”
“Hehehe ga lah Sayang. Makasih yaa Sayang sudah memberikan aku kenikmatan. I love you.”
“Iiih, apaan sih Sayang. I love you too.” Nina tersipu malu.
Wildan kembali mencium bibir Nina. Walau tadi hanya percintaan singkat, tapi ia sangat puas. Meskipun, sebenarnya ia masih ingin lebih lama lagi menggenjot inti Nina yang membuatnya ketagihan. Setelah puas melahap bibir Nina, Wildan melepaskan ciumannya.