REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI
KEZHIA ZHOUmata seperti ada kilatan cahayatangisan laut berdarahtere liye rembulan tenggelam di wajahmuarti habis gelap terbitlah terang
Di antara mereka, Dea Lira melangkah maju—tenang, agung, kejam.
Wanita itu mengangkat tangannya.
Suara lirih keluar dari bibirnya—lafal kuno, bahasa Lumeris yang menusuk tulang. Udara di ruangan itu berubah berat, menekan dada setiap orang yang berada di sana.
Telapak tangan Dea Lira menyala.
Cahaya perak keemasan itu menembus udara—lalu MENEMBUS DADA LUCAN.