LUKA TERPENDAM
Rania 1998jangan melamun saat hujanrintik hujanmalam semakin dingin
Kemudian mengangguk paham saat melihat bebrapa anak seusianya yang sedang bermain sepak bola, mungkin sala satu dari mereka juga bernama sama dengan dirinya pikirnya
“baklah, jangan menangis lagi, lebih bak kau pulang saja, sekrang sudah sore “ katany pada anak perempun yang sudah berhenti menangis kemudian menarik tanganya lembut anak perempuan itu
“kau pulang lah “ katanya membuat nak perempuan itu mengngguk paham , kemudian berbalik pergi meninggalkan anak laki-laki itu.
***
“bukan kah itu Pak Aksa ?” tanya Lliy pada Mira yang kini melihat pada seseorang yang sedang memberikan motivasi pada mahasiswa yang juga sedang melihat kearah podium
“kau Tau Ra, dia itu pengusaha muda yang sangat ta
Beliebte Kapitel