Liara
Sindasikap wanita saat kangenwanita tidak berani menatap mata saat bicaratatapan mata tajam wanitatanda wanita suka sama kita
Menggosok lembut rambut perempuan itu hingga menghasilkan busa yang lumayan banyak.
"Aku jadi ingat sesuatu." Hagan menurunkan pandangan. Membuat matanya menemukan manik cokelat Liara. "Aku belum pernah memandikanmu, 'kan?"
Mata Liara membola. Pipinya terasa panas, semoga tidak berubah warna. Tangan perempuan itu terulur ke depan, memberi cubitan di paha Hagan.
Meringis, si suami memperlihatkan ujung bibir yang sedikit berkerut. "Bukan di situ. Ke kiri sedikit." Ia memberi instruksi.
Beliebte Kapitel