NODA
Novita Sadewasetelah cerai, tiga cecan mengejarkunikah kilat dengan suami manjaarti till jannah dalam pernikahan
"Kenapa? Ponsel Mamamu sedang diisi daya."
"Terus mana orangnya?"
"Jangan berbelit, kamu mau apa?"
"Siapa, Pa?" Terdengar suara Mama menyahut dari seberang sana.
"Ma, Mama, ini Megan, Ma," teriakku seolah dia ada di hadapan. Entah, sudah sebesar ini aku tetap tidak nyaman bicara dengan Papa dan lebih senang berbicara dengan Mama.
"Anak kamu," jawab Papa datar.
Beliebte Kapitel