DENDAM
Terlihat wanita berambut panjang, dengan mengenakan baju kaos dan rok kain yang lebar, juga menenteng tas besar.
Ia berdiri di depan pagar yang terbuka, namun wajahnya tidak jelas, gelap.
"Siapa? Mang."
"I---ibu, Alena, Pak."
Aku tercekat, mendengar penuturan gagap si Mamang.
Mana mungkin Alenaku hidup kembali, itu sesuatu yang mustahil.
"Mamang, jangan bercanda! Saya serius."
Mamang nampak menciut, wajahnya terlihat begitu semakin ketakutan.