MAWAR
Tiba-tiba Mawar terkekeh, "dasar si Kevin. Aku kira kau sungguh sudah menikah,"
Jonathan menggeleng, lantas kepalanya di tengokkan sedikit pada Mawar, sebagai formalitas sopan santun untuk menanggapi Mawar. "Tidak, nona. Mana mungkin," Jonathan ikut terkekeh. "Saya masih muda, saya juga masih harus mengejar impian saya,"
Mawar mengangkat kedua alisnya, merasa tertarik. "Impian apa?"
"Saya ingin menjadi pengusaha. Seperti tuan Fabio. Di usianya yang masih muda, beliau sudah sangat sukses memimpin perusahaan raksasanya,"