MARNI
Dian Kzubinyai dasimahnyusu dulu sayangnyai belandakisah nyai dasimah
"Tentu, Mas. Tapi aku minta, Mas bisa memahami ku. Aku belum sepenuhnya melupakan ingatan itu. Maaf ya, Mas."
Angga terharu, dia kira Marni akan marah. "Masha Allah, Alhamdulillah. Mas akan kasih kesempatan untukmu, Dek. Agar apapun yang mau kamu utarakan menjadi niat yang baik," ucap Angga dengan penuh harapan.
Marni membalas senyum suaminya tetapi sukmamya berkata lain, "Balaskan dendamku!!!"
____________
Jauh dari desa, hiruk-pikuk kendaraan di kota begitu padatnya. Rumah megah, di daerah yang elit ini menambah glamor para penghuni yang menempatinya.
Beliebte Kapitel