Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Madu Kujadikan Babu

Madu Kujadikan Babu

timpalku. Si madu babu baru akan bicara lagi saat aku dengan cepat menyela. "Mas cobain deh martabaknya, ini enak loh." Blas! Kumasukan martabak itu pada mulut Mas Iwan. Sengaja supaya si madu babu itu kepanasan. "Enak gak, Mas?" "Enak Tan," jawab Mas Iwan dengan mulut penuh dan ekspresi sedikit kaget.
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai martabak asan
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Istri Gendut

Terpaksa Menikahi Istri Gendut

"Mana ada sayang martabak jam segini? Ini masih pagi banget loh." "Enggak mau tahu, pokoknya aku mau martabak manis rasa coklat pakai kacang dan wijen yang banyak di atasnya. Enak banget mas. Aku tadi liat di tv bikin ngiler tahu. Nih si adek pengen banget kayaknya makan itu." Bibir Raya mengerucut supaya Fadhil mau membelikannya martabak. "Ya udah nanti mas pikirin. Mas mau berangkat kerja dulu. Soalnya ini udah telat banget. Anak-anak santri pasti udah nungguin."
1011.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai martabak asan
Baca
+Pustaka
Masakanku Tak Lagi Dimakan

Masakanku Tak Lagi Dimakan

Mas Topan melirik sebentar padaku dengan tatapan tidak enak. "Bagaimana Ibu mau makan kalau lauknya cuma sayur kangkung. Istrimu itu pelit sama mertua." "Itu ada tempe goreng." "Tempe mana bisa jadi tenaga." Aku hanya diam menunduk, meskipun sebenarnya ingin menjawab ucapan Bu Lastri yang sangat tidak enak didengar.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai martabak asan
Baca
+Pustaka
Ah! Mantap Sekali Mbak

Ah! Mantap Sekali Mbak

Ada daging dan juga udang yang terlihat begitu menggugah selera. "Lola, bukankah ini semua mahal? Kamu tidak perlu menyiapkan makanan seperti ini. Kamu sudah cukup capek mencari uang, jangan sampai gara-gara ini kamu jadi tidak bisa menabung," kata Bara penuh kekhawatiran.
1053.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai martabak asan
Baca
+Pustaka
Katanya, Aku Pelit

Katanya, Aku Pelit

"Ada martabak cacingan, bentuknya lurus tipis, dagingnya dikit. Ada juga martabak paralon yang agak bulat." "Selain itu?" "Martabak kuda laut, bentukannya kecil dan agak basah. Satu lagi ... ini yang paling spesial, martabak Megazord. Besar dan dagingya tebal." "Yang megazord berapa?" Aku berdiri di dekatnya. "Seratus, Bang." "Berapa?!" Kugeprak meja sekali lagi. "Li-lima puluh, Bang."
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai martabak asan
Baca
+Pustaka
Istri Cacatku, Kembalilah!

Istri Cacatku, Kembalilah!

lanjutnya. Pada akhirnya mereka saling berebut dan membenarkan makanan yang mereka bawa. Alcand dan juga Asriel mengambil satu potong martabak itu dan ingin menyuapi Sophia satu persatu. Belum juga masuk tenggorokan mereka sudah mulai menjejal mulut Sophia kembali. “Enak kan martabak manisnya, daripada martabak telur digoreng dengan minyak hitam. Lebih baik ini enak, panggang nya juga pakai margarin bukan minyak.” seru Alcand.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai martabak asan
Baca
+Pustaka
Gara - Gara Resleting

Gara - Gara Resleting

jawabnya. "Mau yang manis__em, martabak telor.." Junior terkekeh pelan."Itu asin, bukan manis, sayang.." gemasnya seraya menggigit manja pipi yang kian berisi itu. *** Junior menghampiri Amora yang rebahan di sofa dengan tatapan sayu, menahan kantuk. Junior mengecup kening lalu menyapa anaknya dengan mengecup perut Amora. "Aku pulang, bawa pesenan kamu.." di simpannya martabak itu di atas meja.
9.8118.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai martabak asan
Baca
+Pustaka
Semangkuk Soto Dari Ibu Mertua

Semangkuk Soto Dari Ibu Mertua

Jihan tak peduli, wanita itu menyalakan sepeda motornya dan membonceng sang anak untuk membeli ayam crispy harga murah di depan gang. Lima belas menit kemudian, Jihan kembali dengan menenteng sebuah kantong kresek. Wanita itu membuatkan sambal bawang kesukaan Fadil kemudian menunggui sang anak untuk makan. Nampak Fadil makan dengan sangat lahap, meski dengan lauk ayam goreng crispy murah yang hanya tebal tepungnya saja. Rizal yang baru saja selesai mandi langsung mengambil sepiring nasi hendak ikut makan. Namun, mata lelaki itu malah melotot kala melihat apa yang tersaji di atas meja makan.
9.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai martabak asan
Baca
+Pustaka
Upik Abu jadi Nyonya

Upik Abu jadi Nyonya

Wangi daging sapi yang menguar berpadu dengan tumisan bawang bombay, acar dan kuah cuka membuat cacing-cacing di perutku berjingkrak kegirangan. Senyumku pun mengembang. Sudah cukup lama aku nggak makan martabak kubang. Jelas saja aku sangat senang, apalagi saat buka puasa gini. Padahal aku juga nggak minta dan merasa pernah bilang kalau aku suka martabak kubang. Apa Mas Tezza tahu dari ibu atau Abqo, ya?
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai martabak asan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status