Pura-Pura Mati
Susi Harianiucapan ketika mendengar musibahsedikit cemas banyak rindunyakabur mata karena hendak pingsankabur matanya karena hendak pingsan
Tatapan matanya penuh misteri, apalagi saat aku mendekatinya.
"Kamu siapa?" tanyaku, sedikit bingung.
"Lho, harusnya aku yang nanya ke kamu. Kamu itu siapa? Dan ada keperluan apa di sini?" Dia malah bertanya balik, seolah-olah dialah Salwa, pemilik rumah ini.
Aku gak boleh terkecoh, mungkin wanita ini adalah salah satu komplotan Mas Andra yang mau menjebakku.
"Kamu Mbak Salwa kan?" ucapku tersenyum. "Mbak, ini aku Marni. Masa Mbak lupa sih sama aku, sepupu Mbak Sendiri?"
Beliebte Kapitel