Choice
“Masih sering mimpi buruk?”
“Sudah berkurang, Tan.”
“Semoga ke depannya lebih baik. Yang penting jangan sampai dia punya waktu melamun. Pikirannya bisa melayang lagi pada peristiwa menyakitkan itu.”
“Sebentar, Tan, ada telepon.” Reihan menekan tombol jawab. “Iya, Nan, kenapa?” Reihan tak percaya pendengarannya. “Ok, aku dan Maya akan ke sana.”
Bab Populer